Catatan Ringkas Film Toy Story 3 (2010)

Apa yang terjadi jika barang mainan yang kita anggap hanya sekedar benda mati itu ternyata bisa hidup seperti kita? Premis khas kisah Disney dalam Toy Story di seri ketiganya ini seolah benar-benar mencapai titik sentimentilnya. Cerita dalam Toy Story 3 bermula ketika Andy, si empunya mainan, sudah berumur 17 tahun dan sebentar lagi akan meninggalkan rumah untuk berkuliah. Diusia yang hampir dewasa, Andy sudah jarang memainkan para mainannya meskipun dia masih menyimpannya dengan baik di loteng rumah, tetapi mustahil baginya untuk membawanya berkuliah, jadi bagaimana nasib mainan-mainannya?

Bagi Woody si koboy sherrif, Buzz si astronot dan mainan lainnya, Andy bukan…


Ulasan Film “Generasi 90an: Melankolia”

Pada tahun 1917, Sigmund Freud, pendiri aliran psikoanalisis dalam bidang psikologi, menulis sebuah artikel klasik yang berjudul “Mourning and Melancholia”. Freud menjelaskan bahwa ‘duka’ dan ‘melankolia’ adalah dua hal yang berbeda meskipun gejolak dan manifestasi perasaan kesedihan yang ditunjukkan pada perilaku secara umum tampak sama. Freud menjelaskan bahwa melankolia lebih patogenik dibanding kedukaan yang dianggap lebih alamiah dan wajar terjadi pada siapapun ketika kehilangan seseorang yang dicintainya.

Duka memiliki objek yang jelas dan terjadi dalam kesadaraan seseorang, sehingga ia memiliki batasan ketika mereka yang berduka mampu berdamai dengan rasa kehilangannya dan menyadari bahwa yang telah hilang tak akan kembali lagi…


Menemukan Wrekudara dalam Karakter Arthur Curry

Pada akhir abad ke-18, Yasasdipura I, seorang pujangga keraton Surakarta, menuliskan tafsir perjalanan mistis-spiritual karakter wayang Werkudara alias Bima, dalam serat yang dikenal sebagai Serat Cebolek. Cebolek diambil dari nama sebuah desa di Tuban yang konon merupakan daerah asal Kyai Mutamakkin. Serat Cebolek mengambil fragmen persidangan Kyai Mutamakkin oleh Kyai Anom (yang berpaham konservatif) karena dianggap mengajarkan ilmu hakekat kepada masyarakat luas dan dapat menyesatkan umat seperti Syeh Siti Jenar. Adu tafsir atas kisah Bima Suci dalam persidangan itulah yang menjadi tulang punggung serat itu.

Lakon Bima Suci telah menjadi lakon wayang paling dikenal masyarakat dan telah diteliti secara lintas…


Catatan Film “Eternal Sunshine of the Spotless Mind” (2004)

Bagaimana jika (mantan) kekasihmu tiba-tiba tak lagi mengenal siapa dirimu ketika kamu justru masih sangat menyayanginya? Apabila rasa perih itu terasa begitu menyakitkan untuk dilawan sendiri, cobalah untuk melupakan segala hal tentangnya. Namun semudah itukah perkara menghapus kenangan? Orang bijak barangkali bisa berkata, “Menghapus kenangan tidak semudah menghapus pensil di kertas, tetapi sesulit menghapus tinta yang sudah terlanjur kau torehkan di kertas. Hanya ada dua pilihan untuk menghapusnya: membenamkannya dalam-dalam dan tinta itu masih tetap ada atau buang bekas tintanya dengan melukai permukaan kertasnya.”

Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004) adalah salah satu film yang berhasil bermain-main dalam premis…


Mencari yang Fiksi dalam “Hiruk Pikuk si Al Kisah”

Dua puluh Juli 1969, Neil Armstrong, berhasil menjadi manusia pertama yang menjejakkan kakinya di Bulan. Keberhasilan misi Apollo 11 itu disiarkan langsung televisi dan ditonton jutaan orang pada masa itu. Sekitar 5 tahun kemudian, pada tahun 1974, Bill Kaysing, seorang jurnalis yang pernah bekerja di NASA menulis buku berjudul, “We Never Went to the Moon: America’s Thirty Billion Dollar Swindle” yang berisi telaahnya terhadap rekaman serta foto-foto yang dirilis NASA dalam misi Apollo 11 dan menyimpulkan bahwa pendaratan Neil dan Buzz Aldrin hanyalah sebuah rekayasa. …


Ulasan Film “Onomastika” (2014)

Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi oleh hampir seluruh negara anggota PBB, termasuk Indonesia, menyebutkan bahwa salah satu hak yang dimiliki anak sejak lahir adalah hak atas nama. Segera setelah lahir, seorang anak wajib didaftarkan nama dan identitasnya di pencatatan sipil, dan kemudian kita menyimpan kutipannya yang dikenal dengan akta kelahiran. Namun itu tidak terjadi pada sesosok anak di film pendek karya sutradara Loeloe Hendra, Onomastika.

Nama dan identitas anak penting diberikan karena pengabaian atas hak ini dapat berimbas pada tidak terpenuhi hak-hak anak lainnya. Film Onomastika menunjukkannya di bagian akhir film, bahwa tanpa memiliki nama…


Ulasan Film “Sebelum Pagi Terulang Kembali” (2014)

Lawrence Kohlberg, seorang profesor psikologi yang cukup berpengaruh, pada tahun 1958 menulis disertasi di Universitas Chicago tentang perkembangan moral manusia yang secara umum terbagi dalam tiga tahapan. Pertama tahap pra-konvensional yang terjadi di usia anak-anak di mana baik-buruk suatu tindakan dinilai berdasarkan konsekuensinya langsung, yaitu apakah suatu tindakan akan berimbas pada hukuman untuknya atau tidak. Kedua tahap konvensional di mana seseorang sudah menilai tindakan berdasarkan pandangan atau harapan masyarakat, sehingga ia akan berusaha menjadi anak baik ( good boy). …


Power Rangers merupakan salah satu ikon pop culture pada era 90an setelah serial superhero beregu ini sukses ditonton jutaan orang, termasuk di Indonesia. Bagi anak-anak yang tumbuh pada masa itu, hari minggu tanpa Power Rangers adalah sebuah kesalahan. Karakter-karakter dari serial ini sangat mudah dikenal karena disajikan melalui pelekatan warna yang khas pada setiap tokoh utamanya, sehingga meskipun superheronya keroyokan, kita akan mudah mengenali masing-masing karakter mereka. Hal yang kemudian dipakai oleh BW Purbanegara untuk memudahkan kita mengenal karakter Putri, Anisa, Imung, Markus dan juga Reno dalam film Doremi&You.

Sedari awal kita telah dikenalkan nuansa warna kuning pada baju, tas…


Wiji Thukul (Gunawan Maryanto) hanya ditampilkan tidur dua kali sepanjang film Istirahatlah Kata-Kata. Pertama, Wiji tertidur di bawah tangga rumah Thomas, temannya di Pontianak, setelah akhirnya menyelesaikan puisinya. Kedua dia tertidur di antara tumpukan jemuran kering dan putrinya yang asyik makan kacang di rumahnya di Solo. Sutradara dan penulis Yosep Anggi Noen memang memaksa Wiji untuk lebih banyak begadang di sepanjang film ini. Begadang yang sungguh ada artinya.

Wiji Thukul dikenal sebagai penyair sekaligus aktivis pro demokrasi yang lantang bersuara pada era Orde Baru. Paska peristiwa “Sabtu Kelabu” pada 27 Juli 1996 di Jakarta, dia bersama sejumlah aktivis dituduh menjadi…


Mbah Sri, karakter utama di film Ziarah yang diperankan oleh Ponco Sutiyem (95 tahun)

Orang Jawa biasa menyebut aktivitas ziarah dengan istilah ‘nyekar’ yang berasal dari kata ‘sekar’ atau bunga. Bagiku, makna ‘nyekar’ bukan sekedar ritual menabur bunga, tetapi justru menumbuhkan bunga di persemayaman orang yang kita cintai. Makam karenanya bukan hanya sekedar tempat persemayaman jasad bagi yang mati, tetapi juga salah satu tempat mengenang sekaligus merenung bagi yang hidup. Itulah motif Mbah Sri di film Ziarah (2017) yang begitu ngotot untuk mencari makam suaminya yang sudah berpuluh tahun tidak kunjung ada kabarnya. Nyekar bagi Mbah Sri adalah masa depannya untuk bersandingan dan bertumbuh kembali bersama orang yang dicintainya.

Mbah Ponco Sutiyem yang sudah…

Ardian Agil Waskito

Penikmat film & buku. Pendiri sineroom, kolektif sinema yg berbasis di Semarang. Akan menilik ulang film dan buku yang pernah dinikmatinya di platform ini.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store